*** "Kamu... Kok bisa disini?" Sofia mengamati Alvaro yang duduk di sampingnya. Dirinya baru sadar bagaimana cara Alvaro sampai ke tempat ini setelah dirinya selesai makan tadi. Alvaro mengedikan dagu ke arah ruang kerja Safira. "Dia yang ngasih tau aku. Kamu nggak ada kabar, aku khawatir." Mendengar pernyataan itu, d**a Sofia ikut menghangat. Sedikit memperbaiki perasaannya yang dari tadi tidak nyaman. Dia langsung meringsut masuk ke dalam pelukan Alvaro tentu saja. "Kamu kangen?" Tanyanya saat tangan Alvaro mulai memeluk tubuhnya. "Kamu masih tanya?" Alvaro menjawab sambil menumpukan dagu di kepala Sofia. "Aku cuma pengen denger—" "Aku kangen, Sof." Sofia tersenyum. Entah kenapa, seperti bukan dirinya yang biasa, dia merasa malu. Rasa panas menjalari pipi dan dadanya. Dia s

