*** Masih hening. Sofia menahan jengah menunggu Alvaro membuka suara. Perlahan, dia melepaskan diri dari pria itu. Duduk menyandar di kepala ranjang sambil bersidekap. “Aku... Sebenarnya mempunyai pekerjaan lain selain wartawan.” Akhirnya, pria itu membuka suara. “Minum ini dulu.” Dengan gugup Alvaro meraih gelas berisi air kelapa itu untuk Sofia. Gadisnya harus benar-benar tersadar dari pengaruh alkohol sebelum mendengar semua kejujurannya. Agar lebih cepat, Sofia menurut dan meraih gelas itu. Meminumnya dengan beberapa tegukan. Lalu meletakkan gelas dengan suara keras keatas meja. Memberi tanda kepada Alvaro untuk melanjutkan kalimatnya. Alvaro menelan ludah gugup. “Sebentar,” Pria itu berdiri. Mencari sesuatu di dalam lemarinya. “Ini, mungkin menjelaskan semuanya.” Sofia merai

