TANIA POV
Hari ini aku pergi ke butik meskipun Mas Yoga tidak memperbolehkanku untuk pergi. Mas Yoga sangat memperhatikan kondisiku yang sedang hamil.
" Tania, kamu ga usah ke butik. Kamu di rumah aja, istirahat."
" Aku males di rumah. Aku pengen ke butik sekalian ngecek stok baju"
" Ya sudah kalau kamu maksa. Tapi kamu harus janji jangan sampai kecapekan"
" Iya mas, aku janji"
Setelah mas Yoga mengantarku ke butik, aku memeriksa laporan keuangan butikku. Tiba - tiba aku melihat seseorang yang ku kenal bersama seorang wanita paruh baya.
" Rudy"
" Tania, elu disini"
" iya rud, ini butikku"
" Wow! Fantastik! Gue ga nyangka elu punya butik semewah ini!"
Tiba - tiba perempuan yang bersama Rudy menoleh ke arahku.
" Rudy, ini siapa?"
" Kenalin ini temen kuliah Rudy dulu ma"
" Oh ya? Namanya siapa?"
" Saya Tania, tante"
" Perkenalkan saya dewi, ibunya Rudy"
Rudy terlihat memalingkan muka sambil bersiul. Sedangkan tante dewi terlihat malu melihat tingkah Rudy
" Kamu yang punya butik ini ya?"
" Iya tante"
" Tante juga punya butik di lantai 2. Nama butiknya Dewi's Collection. Kapan - kapan main ke butik tante ya"
" Iya tante, silakan tante lihat koleksi baju terbaru. Ini semuanya impor dari amerika"
" Bagus - bagus modelnya. Selera kamu bagus dalam memilih baju yang kamu jual di butik"
Sedari tadi aku melihat Rudy menatap ke arahku dan membuatku tidak nyaman karena tatapannya menyiratkan sesuatu.
" Rud, sini bantuin mama cari gaun buat ke pesta ulang tahun tante Dini"
" Mama minta tolong sama Tania aja. Dia seleranya bagus"
Akhirnya aku membantu tante Dewi memilihkan gaun dan Rudy sepertinya sengaja mendekatiku dan aku berusaha menjauh darinya.
" Rudy, kamu ga bisa ya lihat cewek cantik! Mama malu deh punya anak laki kok genit amat!"
" Biarin!"
Aku tertawa melihat tingkah Rudy yang kekanakan. Aku dan tante Dewi menertawakan tingkah Rudy yang lucu.
" Udah deh! Ga lucu ah!"
" Maaf ya Tania, Rudy emang gitu kalau ketemu cewek cantik kayak kamu. Dia suka banyak tingkah"
" Ga apa - apa tante. Waktu kuliah Rudy terkenal anaknya usil. Jadi Tania sudah terbiasa"
" Ini tante kasih kartu nama tante. Besok kamu datang ya ke acara ulang tahun pernikahan tante jam 8 malam di rumah tante"
" Iya tante. Terima kasih undangannya"
" Ya udah kalau gitu kita pergi yuk. Rudy udah di tunggu sama klien"
" Tante pergi dulu ya, Tania. Jangan lupa besok ke rumah tante"
" Iya tante dewi"
Sebelum Rudy pergi, ia menyelipkan kartu namanya di saku bajuku. Lalu ia pergi bersama tante Dewi.
***
RUDY POV
Rasanya gue seneng banget ketemu sama Tania apalagi nyokap kelihatan seneng banget sama Tania.
" Tania anaknya cantik dan baik ya. Mama pengen punya menantu kayak Tania"
" Mama dari dulu ngomongnya gitu. Setiap kali ketemu temen Rudy yang cantik pasti pengen di jadiin menantu"
" Kamu ngerasa ada yang aneh ga sama Tania? Dia kok kayak lagi hamil ya?"
" Ihh mama ngomongnya ngelantur! Hamil dari mana? Perasaan Tania masih single!"
" Kamu sih ga liat perutnya. Mama tadi lihat sekilas kayak hamil. Emangnya dia ga pernah cerita soal suaminya?"
Gue makin penasaran apa bener dugaan mama kalau Tania hamil. Kayaknya gue mesti cari tahu siapa suami Tania secepat mungkin