Bab 5
#prov kevin_
masa iya aku harus dekat in Tia sekretaris ku itu???, masa seorang bos besar, seorang ahli waris yang mempunyai aset aset yang begitu banyak dan besar, harus duluan mendekati perempuan seorang sektretaris ku yang bernama Tia itu?? ?
"tok.. tok.. tok.. "
"iya masuk"
ku persilahkan masuk orang yang barusan mengetuk pintu ruangan ku, dan ternyata itu Tia, sekretaris ku.
kok jadi aku yang gugup ya? melihat Tia datang di samping ku?
"maaf Pak, ini ada proyek penting yang harus ditanda tangani lagi, dan harus di survey kelapangan" kata tia sudah berada di samping ku.
"iy.. iya.. sini biar ku lihat lihat dulu" kata ku sambil gugup.
"bapak kenapa?, bapak kurang enak bandan ya? , kelihatan nya wajah bapak pucat" seru Tia.
apa?? masa sampai wajah ku juga ikutan pucat?? masa aku se tegang ini sih?? ada apa sih dengan diri ku??
[huf.. tenang.. tenang.. kevin, kamu pasti bisa bersikap biasa aja]
"ohh iya ... anu.. aku gak apa apa kok, aku kayaknya kurang minum, tolong ambil kan aku se gelas air putih dong" ucap ku mengalihkan pembicaraan.
"ih iya Pak, bentar ya, biar ku ambil kan" kata Tia berlalu mengambil kan aku air putih.
huff ku tarik lega nafas ku, setelah Tia pergi mengambil se gelas air putih untuk ku. seolah aku baru saja keluar dari kandang harimau yang begitu menegangkan.
sadar kevin.. sadar.. . !! !
"ini pak, air putih nya" kata Tia udah kembali keruangan ku lagi.
"iya makasih ya" jawab ku, mengambil air putih dari tangan Tia.
tak sengaja lagi aku bersentuhan dengan tangan Tia yang begitu lembut. agak lama aku elus tangan yang halus, lembut dan wangi itu, yang membuat aku terbuai dengan suasana.
"aduh maaf Pak, ta.. tangan saya" ucapan Tia menyadar kan ku.
"m.. ma. maaf ya Tia" kataku sedikit malu dengan tingkah ku yang aneh.
"hmm iy.. iya Pak, gak apa apa kok", kata Tia yang juga tersipu malu.
setelah aku periksa berkas yang diserahkan Tia barusan, aku pun memutuskan untuk langsung turun lapangan untuk melihat proyek yang mau di survey.
Tia masih duduk di kursi sofa yang ada di ruangan ku, untuk menunggu ku, kali kali ada yang aku butuhkan, dia siap siaga. aku salut dengan sekretaris ku yang ini.
" oh ya, Tia!! "
"iya Pak" kata Tia yang sudah sigap langsung datang di hadapan ku.
"aku perlu kamu menemani saya turun lapangan untuk menyurvei proyek yang sedang berjalan, yang lumayan jauh dari lokasi kantor kita ini. kamu bisa kan" tanya ku kepada Tia.
"siap pak, aku bisa" kata Tia semangat.
"tapi lokasi nya agak jauh loh, kurang lebih 3 jam perjalanan dari kantor kita. gimana? bisa gak? " tanya ku lagi memastikan.
"iya Pak bisa, aku kerja sebagai sekretaris bapak kan untuk itu" kata Tia menyambut.
"oh ok. nanti sebelum jam kantor pulang kita udah siap siap pergi ya. kamu beresin barang barang kamu dulu. oh ya jangan lupa juga bawa berkas yang di perlukan ya," ucap ku
"iya Pak, akan saya siapa kan semuanya. saya permisi keluar dulu" kata Tia.
"oh iya silahkan"
sebelum jam kantor pulang, aku dan Tia sudah siap siap mau berangkat ketempat tujuan kami.
"semuanya udah siap ti"? tanya ku kepada Tia yang sudah ada di samping mobil ku.
sementara aku dari tadi sudah menunggu Tia di mobil.
" oh sudah pak, aku sudah membawa berkas yang bapak minta tadi siang" kata Tia.
"ok. silahkan masuk Tia, kita harus segera berangkat, supaya gak kemalaman nantinya pulang" kata ku membukakan pintu mobil buat Tia.
"iya pak".
di perjalanan, kami berdua saling membisu. aku fokus dengan menyetir mobil dan sesekali melirik pada Tia.
dan aku melihat Tia selalu menatap kaca yang di samping nya, entah apa yang di pikirkan nya, aku pun tak tau.
ssssttt......
tiba tiba mobil kami agak oleng,. dan aku tiba tiba nge rem mobil karena sudah mau bilang kendali. ada apa yah,???.
"aduh... ada apa ya pak" kata Tia memulai percakapan kami, karena aku tiba tiba nge rem mobil.
"kayak nya ban mobil kita pecah deh ti" kata ku menebak.
"loh kok bisa ya pak" ?
"aku juga gak tau, bentar biar saya periksa dulu ya".
" iya Pak, hati hati" kata Tia menenangkan ku.
aku pun pergi memeriksa ban mobil ku, dan ternyata benar, ban mobil belakang sebelah kiri bocor. aduh gimana ya?? gak ada bengkel pulak lagi di sekitaran sini.
"ada apa pak? " kata Tia dari dalam mobil.
"ban mobil sebelah kiri bocor ti, aku gak tau betulin nya, bengkel juga gak ada di sekitar ini lagi" jawab ku sambil masuk kedalam mobil.
"jadi gimana pak"
" kita tengok agak ke depan dulu ya, mana tau ada bengkel di depan"
"iya pak".
dengan sangat pelan dan lambat aku menyetir mobil yang sudah bocor ban nya satu. hanya untuk mencari bengkel, mana tau ada bengkel di depan.
dan akhirnya dengan hampir satu jam,, kami menemukan bengkel juga di sini. krena begitu lambatnya aku menyetir, makanya memakan begitu banyak waktu. ya gak apa apa lah, yang penting, mobil sudah dapat bengkel.
kami pun duduk di kursi sambil menunggu montir yang sedang memperbaiki mobil kami.
"ti, kita tunggu bentar ya, montir memperbaiki mobil, biar kita pun bisa cepat sampai di tujuan" kata ku membuka percakapan pada tia duluan.
"iya Pak, gak apa apa kok".kata Tia yang terlihat kedinginan.
" kamu kenapa ti? " tanya ku memastikan keadaan nya.
"gak apa apa kok pak, aku baik baik saja" kata Tia sambil meniup kedua tangan nya yang kedinginan.
"jangan bohong deh ti, kamu kedinginan ya" tanya ku kepada Tia.
" hmm sedikit sih pak," kata Tia ragu.
"ya udah ini kamu pakai dulu jaket aku ya" aku membuka jaket yang ku pakai untuk Tia.
aku kasihan melihat nya, menahan kedinginan. aku memakai kan jaket ku ke tubuh nya yang begitu wangi menurut ku.
deg
saat aku memakai kan jaket ku kepada Tia, gak sengaja mata kami berdua saling bertemu dan menatap. dan aku melihat kedua matanya yang begitu indah, bersinar terpancar dari kedua matanya. dan mata ku pun turun kebawah melihat bibir yang begitu manis dan menarik perhatian ku. bibir nya menggigil karena kedinginan dan di saat aku melihat bibir nya, ingin rasa nya ku cium dan ku kecup di dalam mulut ku. supaya bibir yang seksi itu tidak tersiksa karena kedinginan.
"ehem ehem..... "
suara montir mengejutkan kami dari buayan. dan kami pun saling tersadar dan terdiam, karena barusan kamu begitu lekat, sehingga bibir seksi milik Tia sedikit lagi menempel di bibir ku.
"pak mobil nya udah siap" kata montir itu.
"iya pak," kata ku sambil berjalan dan mau membayar tagihan bengkel nya.
setelah mobil nya sudah siap kami pun berangkat menuju perjalanan utama kami. dan di dalam mobil kami saling diam seribu bahasa. mungkin Tia juga merasakan nya, sehingga dia tidak berani berkata kata.
bersambung........