Percakapan di Mata Air

856 Words

Darke berjalan dengan agak tertatih-tatih, menaiki tanjakan jalan dengan rumput lalang selutut. Bear menyediakan pundaknya untuk dirangkul Darke dengan sabar, tidak mengeluh sama sekali. Agak berbanding terbalik dengan Sean yang terus menerus menguap sambil menampari nyamuk. Mereka berjalan sudah lebih dari satu kilometer, tetapi Darke tak kunjung menemukan persinggahan. “Setengah jam lagi kalau tetap belum sampai juga, aku tidur di sini.” Sean menguap lagi. Di jam bumi, sekarang harusnya masih siang. Tetapi di sini malam sudah terlalu larut dan pekat. Jam tidur biologis juga sepertinya mengikuti perhitungan Kandela. Kandela tidak jauh berbeda dengan bumi. Bentuknya sama. Yang berbeda hanya tatanan penduduknya saja. Sejauh ini mereka belum menemukan rumah-rumah, hanya tanah lapang deng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD