Dengan susah payah mereka menyeret tubuh Larissa dalam keadaan berdiri. Bear yang paling lemah menahan tubuh Larissa dari belakang. Mereka lalu mendudukkan Larissa, disusul Sean di depan dan Bear di belakang. Saat kuda mulai beranjak, cahaya di tubuh Larissa sepenuhnya memudar, monster-monster di belakang mereka mulai menggeliat dan menghantamkan ekornya ke dinding hingga terowongan berguguran. Itu adalah pemandangan yang jeri, juga menakutkan. Sean memeluk erat leher kuda tangguh itu, begitu juga Bear yang memeluk tubuh Larissa sekaligus Sean dari belakang. Kacamata miliknya pecah, pandangannya mengabur sekarang. “Ke mana kita akan pergi?” tanya Bear setengah berteriak sambil mengeratkan pelukan. Kuda itu berlari cukup kencang. Ia yakin hewan inilah yang tadi sempat dilihatnya sebagai

