Ratu Edelia

2182 Words

Sean tersentak dari tidurnya. Dia segera duduk dengan napas tersengal-sengal. Tak lama setelah itu Bear dan Larissa juga terbangun dengan deru napas yang tak kalah kencang. Keringat bergelayut di dahi mereka, pakaian mereka ikut basah kuyup seperti habis berlari jauh. Bear memandangi secarik kertas yang ia tulis untuk pria berjubah hitam. “Apakah hanya aku yang bermimpi?” Pertanyaan yang diutarakan oleh Sean adalah bentuk konfirmasi mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Apakah hanya dia yang bermimpi atau bagaimana? Sean merasa mimpinya barusan terasa berbeda dengan mimpi-mimpi yang biasa ia hadapi. Dia merasa keberadaan Bear dan Larissa sangat nyata hingga ia bisa merasakan debar jantung mereka. “Ratu Edelia. Kalian kenal?” Balasan pertanyaan dari Bear cukup mengonfirmasi bahwa isi mi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD