Sean menyesap kopi hitam hangatnya setelah mendapat tatapan tak menyenangkan dari Bear dan Larissa. Rasanya keinginan untuk menuang kopi itu ke wajah dua temannya semakin besar. Tetapi tentu saja ini hanya ungkapan hiperbolis. Situasi warung kopi semakin ramai. Kepulan asap dari kopi panas berpadu dengan asap rokok. Larissa dari tadi mengibas-ngibaskan tangannya untuk membuang asap yang bau. Larissa ingin berteriak ke semua orang bahwa tindakan merokok seperti ini justru membahayakan orang lain. Perokok pasif yang tidak ada niatan merokok terpaksa ikut mendapat dampak buruk dari asap rokok. Untungnya dia ingat kalau sekarang posisinya hanya sebagai pelanggan yang berada di tempat umum. “Mau kapan, Bear? Uhuk!” Larissa sengaja mengeraskan batuknya agar lelaki di sana sadar bahwa ada seora

