Putusnya Harapan

1410 Words

Di saat kemurungan membungkus perasaan Sean, satu cahaya terang perlahan membukakan jalan untuknya. Pria berjubah hitam yang entah datang dari mana berdiri di sampingnya. Pria itu menepuk pundak Sean tatkala ia ingin bangkit dan menolong Larissa. Sean terkesiap saat sentuhan itu mengenai bahunya. Ia sontak menoleh ke samping. “Kamu?” Sean tidak sempat melanjutkan kalimatnya karena pria itu lebih dulu membuka mulutnya. “Larissa baik-baik saja sekarang.” Itu yang diucapkan pria misterius tersebut yang entah mengapa terasa begitu meyakinkan di telinga Sean. “Kamu serius?” “Larissa sedang dalam perjalanan ke sini. Tunggu saja.” Sean masih belum mengerti. Tetapi satu hal yang selanjutnya terjadi, muncul sekelebat bayangan seperti saat ia melihat sosok kakek-kakek di tubuh Laminad. Pada de

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD