Tamu Tengah Malam

1548 Words

Malam mulai larut, tapi Shilla masih berkutat di depan laptop. Aku sendiri baru selesai mandi dan hendak menyeduh kopi. Masih ada sedikit kerjaan yang harus kuselesaikan, karena besok naskah yang sedang kutangani sudah harus naik cetak. "Mbak jangan begadang dulu, deh. Baru juga sembuh, udah mau cari penyakit lagi." Shilla datang dengan cangkir kosongnya, mengambil kopi yang baru selesai kuseduh. "Siapa juga yang mau cari penyakit? Mbak mau cari duit, tauuu." Aku berudaha mengambil kembali kopi tadi, tadi dia menjauhkan tangannya, dan berjinjit membuatku kesulitan menggapainya. Anak itu, meski dia adikku tapi sikapnya lebih sering seperti seorang ibu pada anaknya ketimbang adik pada kakaknya. Tingginya yang hampir sepuluh senti lebih inggi dariku, membuat orang-orang yang melihat ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD