Mission Imposible

1018 Words
Arjuna terbaring di kasurnya menatap langit-langit kamarnya. Moodnya berubah drastis saat ibunya menelpon dari Kanada. Menghubungi kakak sulungnya pun tidak jua dijawab. Notifikasi ponsel Arjuna berbunyi. Bima: Sorry gue lagi ada pasien. Kenapa? Arjuna : Gue mau konsultasi, penting! Bima : Temuin gue di X Cafe sejam lagi. Arjuna meraih jaketnya lalu memakainya. Kunci motornya di ambilnya dari atas meja. Arjuna melajukan motornya. Jarak X cafe dari rumah tantenya lumayan jauh belum lagi saat ini bertepatan dengan waktu pulangnya para pekerja kantor. Arjuna beberapa kali menggerutu karena waktu tempuh menuju X cafe menjadi lebih lama. Arjuna : gue udah di X cafe, kursi deket jendela Bima : tunggu ok Minuman yang dipesan Arjuna sudah hampir habis namun kakaknya belum juga datang. Arjuna : gue udah lumutan nunggu lo pak dokter Bima : bentar, gue udah di parkiran "Akhirnya dateng juga lo, minum gue udah abis." "Pesen lagi aja" Mereka berdua memesan makanan dan minuman. Pelayan mencatat pesanan mereka lalu pergi. "Kak bunda nelpon gue tadi" "Soal lo yang harus ke Kanada itu?" "Lo udah tau?" "Ya udahlah, sebelom nelpon lo bunda nelpon gue. Terus yang bikin lo bingung apa?" "Gue berat ninggalin dia" "Calon pacar lo itu atau sekarang udah jadi pacar?" "Masih calon, bokap nyokapnya nggak ngijinin." "Lo backstreet?" "Gue bukan tipe kayak gitu, gue pengen serius, gue pengen seizin bokap nyokapnya. Kita belom pacaran" "Lah kalau belom pacaran, santai aja" "Gue takut dia sama orang lain pas gue ke Kanada." "Sebentar, nyokap bokapnya nggak ngijinin kenapa?" Bima mulai curiga. "Masalah yang sama kayak dulu gue curhat sama lo" "Cewe yang dulu? Bukannya dia bocah kelas 5 SD" "Iya yang itu" "Juna lo beneran p*****l" "Gue bukan p*****l! Gue udah cek ke psikolog" Arjuna emosi. "Terus sekarang masalah lo apa?" "Lo punya saran nggak, gimana caranya biar dia nggak diambil cowok laen" "Nikahin aja" "Nikah? Dia masih 11 tahun, Saran lo nggak guna, tau nggak!" "Ya lo kenapa sukanya sama bocah?" "Percuma curhat ama lo, nggak dapet solusi." "Ada sih satu cara" "Apaa?" "Lamar dia ke bokapnya, kalau bokapnya setuju dia nggak bisa nerima lamaran cowok lain." "Pacaran aja nggak boleh gimana dilamar" "Yaudah lo relain dia" "Mm....kalo itu satu-satunya cara gue mau coba, gue Arjuna nggak boleh gampang nyerah" "Nyesel gue ngasih saran" □■□■□ Arjuna mulai menyusun strategi. Hal yang paling utama yang harus dilakukan adalah meluluhkan Satria. Arjuna tidak punya banyak waktu semua harus dilakukan dengan cepat. Arjuna mulai mencari data tentang calon mertuanya lewat bi Inah. Kebiasaan Satria, apa-apa saja yang disukai dan tidak disukai. Arjuna mulai rajin ke masjid saat Subuh tiba karena Satria selalu shalat Subuh di masjid komplek mereka. Lalu memyempatkan diri menyapa Satria selepas shalat subuh. Sebelum berangkat sekolah Arjuna mampir sejenak ke rumah Satria. Biasanya Satria sedang memanaskan mobil, Arjuna menyapa lalu membahas sedikit tentang pertandingan sepak bola liga Inggris terutama permainan team kesayangan Satria. Hari penentuan pun tiba. Arjuna datang di sore hari membawa dua kotak martabak telur kesukaan Satria. "Om saya bawa martabak kesukaan Om nih." "Ayu lagi belajar nggak bisa diganggu." "Saya bukan mau ketemu Ayu tapi saya mau ketemu Om" "Ada apa?" "Saya tahu saya baru 17 tahun dan Ayu 11 tahun. Saya paham Om tidak izinkan saya deket-deket dengan Ayu. Tapi saya tidak bisa bohongin perasaan saya sendiri. Saya jatuh hati sama putri Om. Saya mau melamar Ayu untuk jadi istri saya." "Apa?!" Satria menaruh teh yang baru saja akan diteguknya. "Are you out of your mind? Ayu masih SD dan kamu SMA, kamu nggak waras!" "Maksud saya bukan nikah dalam waktu dekat Om" arjuna menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Terus apa?" "Saya... saya akan menyusul orang tua saya ke Kanada. Saya akan sekolah di sana dan saya belum tahu berapa lama." "Apa hubungannya sama Ayu?" "Selama itu saya tidak mau kehilangan Ayu Om jadi saya memutuskan melamar Ayu." "Dan selama bertahun-tahun itu apa ada jaminan kamu nggak bakal jatuh cinta dengan gadis di sana? Kalau kamu jatuh cinta dengan gadis lain gimana?" "Saya tidak akan jatuh cinta dengan gadis lain" "Tidak ada yang bisa memastikan hal itu." "Saya janji Om" "Saya nggak percaya janji kamu.Kamu mau lamar Ayu supaya tidak ada pria lain yang deketin Ayu kan? Artinya kamu minta Ayu menunggu kamu smentara kamu bisa jadi jatuh cinta dengan gadis lain. Egois kamu!" "Saya tulus sama Ayu Om" "Sekarang bilang begitu, satu tahun lagi, dua tahun lagi siapa tahu?!" "Please Om, saya sungguh-sungguh" "Begini saja, kamu jadi 'orang' dulu baru balik lagi ke sini baru lamar Ayu. Saya nggak mau punya menantu yang nggak jelas masa depannya." "Saya ditolak Om?" "Kamu mau diterima? Seperti saya bilang jadi 'orang' dulu baru lamar Ayu. Nanti saya pertimbangkan akan diterima atau tidak." "Nanti kalau pas saya datang, Ayu sudah ada yang punya gimana Om?" "Kamu berdoa saja supaya saat itu tiba Ayu belum punya calon suami." "Mm... kalau gitu saya janji 7 tahun lagi saya pasti kembali. 7 tahun lagi Ayu berusia 18 tahun. Pas lulus SMA. 7 tahun lagi saya akan lamar Ayu. Dan saya yakin saat itu Om maupun Ayu nggak akan menolak saya, karena saat itu saya sudah jadi "orang" seperti yang Om inginkan." "Kamu percaya diri sekali. Kita buktikan 7 tahun lagi." ■□■□■ Sore ini, sore terakhir Arjuna menemui Ayu karena esok dini hari ia sudah harus berangkat ke bandara. Arjuna meminta izin untuk menyampaikan perpisahannya pada Ayu. "Ayu, kak Juna mau minta maaf kalau selama ini ada hal yang Ayu nggak suka dari diri kak Juna." "Loh kok kak Juna minta maaf?" "Kak Juna harus pergi Yu." "Kemana?" "Kak Juna harus menyusul orang tua ke Kanada." "Lama?" Arjuna mengangguk "7 tahun." Arjuna menjawab lirih. "7 tahun?! Lama banget kak" "Aku janji, 7 tahun lagi aku datang. 7 tahun lagi kamu pasti sudah jadi gadis yang sangat cantik. Bisa jadi kamu jadi rebutan cowok-cowok. Ayu, will you wait for me?" Ayu mengangguk. "Ini buat kamu. Kalau kangen sama aku peluk aja boneka ini." Arjuna menyerahkan boneka detective Conan yang khusus dipesannya. Anggukan Ayu sudah cukup menjadi jawaban bagi Arjuna. Arjuna bertekad 7 tahun lagi ia akan kembali dan menjadikan Ayu pendamping hidupnya. ****
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD