Suka Kamu

942 Words
Ayu menatap dirinya di depan cermin. Merapikan rambutnya dengan tangan sambil tersenyum di depan cermin. Membuat berbagai ekspresi wajah di depan cermin. Mengamati bagian-bagian wajahnya sendiri. "Anak gadis ibu sekarang senang bercermin." "Eh ada ibu" "Ayu cantik nggak bu?" "Cantik, anak ibu pasti cantik lah" "Ibu bawa apa?" Ayu melihat 3 paper bag yang dibawa ibunya. "Ini baju-baju dan jilbab buat kamu. Ayu kan sekarang sudah haid, sudah baligh kalau dalam Islam sudah wajib nutup aurat. Kalau keluar rumah atau bertemu orang yang bukan muhrim Ayu harus tutup aurat ya. Ini ada baju buat pergi ada juga baju buat main." Sarah menyerahkan ketiga paper bag tersebut pada Ayu. "Wah bajunya bagus-bagus bu. Terima kasih bu" Ayu mengeluarkan satu persatu baju. □■□■□ Ayu duduk di sebelah ibunya yang sedang asyik membaca. "Bu, tadi di sekolah ada kakak kelas 6 bilang suka sama Ayu." "Terus jawaban Ayu apa?" "Ayu nggak jawab, udah keburu bel. Bu suka itu kayak gimana sih?" "Kalau kamu liat cowo terus deg-degan, padahal kamu nggak bikin salah apa-apa terus rasanya pengen ketemu cowo itu mulu. Suka keingetan juga sama cowo itu, pas ketemu rasanya seneng banget. Nah itu namanya rasa suka." "Berarti Ayu suka sama kak Juna?" "Maksud kamu?" "Mm... waktu kak Juna betulin lampu Ayu deg-degan liatnya. Kak Juna ganteng bu. Terus Ayu sering inget wajah kak Juna." "Ya itu bisa dibilang suka. Mm... nggak pa-pa rasa suka itu fitrah. Kalau Ayu suka sama cowo itu berarti Ayu normal yang penting jangan sampai rasa suka itu berkembang terlalu jauh sampai pacaran dan melakukan hal-hal yang dilarang agama, itu yang nggak boleh. Kalau Ayu ada rasa suka sama seseorang, simpen di hati aja nanti ada saatnya Ayu bertemu orang yang tepat yang ditakdirkan Allah untuk jadi pendamping hidup Ayu barulah rasa suka itu boleh berkembang." "Seperti ibu sama daddy" "Iya, kalau suami istri itu bukan hanya suka tapi cinta. Dari cinta itulah lahir kalian." "Ibu dulu juga cinta ayah Pras?" "Iya" ■□■□■ "Ayu nya ada tan?" Arjuna berdiri di pintu rumah. Seperti biasa kunjungan seminggu sekali dilakukan oleh Arjuna. "Ada lagi belajar. Tunggu di sini" Sarah masuk ke dalam dan menyuruh Ayu mengenakan jilbabnya. Cukup lama Ayu belum muncul juga. Arjuna menunggu di ruang tamu. Tumben lama. Benak Arjuna Ayu keluar menggunakan tunik selutut dan celana jeans dipadukan dengan jilbab. Ayu kelihatan lebih rapi dari biasanya. Wajahnya pun terlihat memakai bedak. Tambah cantik. Puji Arjuna dalam hati. Sarah yang melihat Ayu berdandan rapi saat bertemu Arjuna hanya bisa geleng-geleng kepala. "Hai Ayu" "Hai Kak Juna" Ayu duduk di sebelah ibunya. "Lagi belajar?" "Iya, ada PR matematika." "Bisa?" "Susah kak" "Materinya tentang apa?" "Pecahan" "Kalau ada yang susah kak Juna bisa bantu. Waktu SD kak Juna juara kelas loh." "Kalau sekarang?" Tanya Sarah "Masih tan, alhamdulillah." "Kak Juna bisa ajarin Ayu?" Tanya Ayu. Juna melihat ke arah Sarah meminta persetujuan. Sarah mengangguk. "Bisa, sekarang?"tanya Juna "Iya. Ayu ambil bukunya dulu kak." Ayu membuka buku Matematikanya. Lalu menunjukkan bagian yang membuatnya kesulitan. Untuk memudahkan mengajari Ayu Arjuna duduk di samping Ayu. Sarah masih terus mengawasi interaksi keduanya. Arjuna menerangkan cara mengerjakan soal pecahan. Memberi Ayu sebuah contoh soal. Ayu memperhatikan dengan seksama, sesekali ia melihat wajah Arjuna dan tersenyum. "Coba deh kamu kerjakan yang ini!" Arjuna membuatkan beberapa soal pecahan. Ayu mengerjakan soal itu dengan serius dan Arjuna memperhatikannya. "Wah kamu cepet ngerti Yu, bener semua, pinter." Arjuna berniat mengusap kepala Ayu. Ia sudah mengangkat tangannya. "Ehem" Sarah berdehem. Arjuna mengurungkan niatnya. "Mm... ada yang mau ditanyakan lagi Yu?" "Ng... nggak Kak, Ayu udah ngerti. Makasih" "Sama-sama" "Daddy pulang!" Hana dan Hanif berlarian menuju keluar. Sarah yang melihat itu ikut bangkit dari duduknya lalu menuju keluar. Di ruang tamu tinggal Ayu dan Arjuna. "Ayu!" Panggil Juna. Ayu menoleh pada Arjuna "Kak Juna suka kamu" Juna berkata pelan. Kata-kata yang keluar dari mulut Arjuna membuat Ayu terdiam sesaat. "Loh ada Juna" Satria masuk dengan Hana di gendongannya dan Hanif memegang lengan satunya. "Iya Om" Melihat ayahnya datang Ayu lalu mencium tangan ayahnya, Arjuna mengikuti Ayu mencium tangan Satria. Satria melihat tampilan putrinya. "Tadi kak Juna ngajarin Ayu matematika daddy" "Ayu udah ngerti yang diajarin Juna" "Udah" "Yaudah kalau gitu Juna boleh pulang. Terima kasih sudah mengajari Ayu." "Sama-sama Om. Saya pamit. Assalamualaikum" "Waalaikum salam" ■□■□ "Tadi kok Ayu keliatan beda ya" "Beda gimana mas?" "Kayak lebih rapi gitu, dia habis pergi?" "Nggak, sepulang sekolah tadi nggak kemana-mana. Cuma memang pas si Juna datang dia ganti baju." "Kok mas curiga ya?" "Mm... sebenernya Ayu sempet bilang kalau dia suka Juna." "Hah? Ck....haduh. Kok bisa?" "Ya bisa lah mas, namanya perasaan kan datang begitu aja." "Ayu kan masih kecil" "Tapi Ayu kan sudah menstruasi, sudah baligh jadi wajar kalau timbul rasa suka pada lawan jenis mas" "Tapi kan Ayu masih kecil, nggak boleh pacaran!" "Cuma suka doang nggak sampe pacaran kok. Ayu udah diwanti-wanti." "Si Juna harus dilarang nggak boleh ketemu Ayu lagi." "Ini memang fase pertumbuhannya Ayu, cepat atau lambat pasti ada yang naksir Ayu. Nanti kalau ada yang naksir lagi, dilarang ketemu lagi? Di sekolah itu ada kakak kelasnya Ayu yang naksir Ayu loh. Terus Ayu nggak boleh sekolah?" "Sayang, aku khawatir nanti Ayu kenapa-kenapa. Pergaulan zaman sekarang itu kan... aduh banyak yang nggak bener." "Percaya sama Allah kan?" "Iya" "Kita libatkan Allah dalam pengasuhan anak kita. Berdoa mas biar Allah selalu jaga anak-anak kita, lindungin anak-anak kita biar tetap di jalan yang benar. Terus kita optimal mendidik anak-anak, kasih pengawasan yang ketat tanpa kesan memaksa. Anak-anak seumur Ayu itu lebih nerima kalau kita bicara seperti teman mas. Insya Allah mas, aku yakin nggak akan ada hal buruk menimpa anak-anak kita." ****
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD