Zefanya tidak bisa terlelap malam ini, kendati kasur milik Cherry begitu nyaman. Kepalanya terus memutar adegan di saat Nathan memohon padanya. Entah mengapa, dari banyaknya kejadian yang terjadi hari ini, pikiran Zefanya malah hanya stuck pada kejadian tersebut. Pada paraunya suara Nathan. Pada sayup dan putus asanya tatapan yang dia berikan. Juga pada setiap kesedihan yang terpancar dari dalam diri lelaki itu. Zefanya membenci menjadi lemah. Namun lebih benci dengan kenyataan bahwa hatinya selalu mengkhianati dirinya sendiri. Mereka seolah tidak bisa sinkron satu sama lain. Dan terkadang, itu membuat Zefanya sebal. Zefanya mengusap perutnya. Tangannya menyusup ke dalam piyama yang ia gunakan. Perasaan yang dalam seketika membuat wanita itu merasa sangat sedih. "Apakah kamu setuju deng

