96. Partner atau Teman

2281 Words

Nathan membuka matanya beberapa detik usai mobilnya menabrak pembatas jalan lalu terpental dan jatuh terbalik. Tak berapa lama, sesuatu yang hangat terasa mengalir membasahi sisi wajah. Tanpa melihat pun Nathan tahu, itu adalah darahnya. Nathan menatap jalanan beraspal di depannya. Laki-laki itu mengulurkan tangan melalui kaca mobil yang terbuka, menggapai-gapai ingin keluar. Namun nihil. Dia tidak bisa bergerak lebih dari sekadar hal itu. Tubuhnya terlalu lemah karena syok dan juga pening yang terasa begitu menusuk kepala. Setelah berulang kali mencoba dan sama sekali tidak ada hasil apa pun, Nathan menyerah. Pria itu menghela napasnya yang terasa begitu berat dan sesak. Ia menatap rintik-rintik air yang jatuh dari langit lalu menyentuh aspal dan hilang di sana. Pekatnya malam serta di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD