Chapter 50. Makan Malam Bersama.

1506 Words

Di sofa ruang tamu. Albima nampak duduk terdiam untuk beberapa saat, sejak kembali dari kamar tamu yang kini ditempati oleh adik sepupunya, Berliana. Adu mulut yang terjadi antara Albima dan Berliana, membuat mereka pun menjadi perang dingin. Airin pun berusaha melerai mereka dengan cara bijaksana. Akhirnya, Airin pun meminta suaminya untuk menghentikan perdebatan yang tidak ada ujungnya. Sejujurnya, sikap Albima memang sangat manis bagi Airin. Namun, bagi Berliana mungkin tidak begitu. Sebenarnya Airin pun merasa risih dan malu dengan sikap suaminya yang terlalu posesif dan mengumbar kemesraan di hadapan orang lain, sekalipun itu adik sepupunya sendiri. Bisa jadi, perhatian Albima untuk istrinya dianggap berlebihan di mata orang lain. Walaupun itu hal yang wajar, menurut Airin dan Albi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD