Chapter 44. Sindiran Pedas Albima Hartawan.

1356 Words

Tanpa perduli dengan wajah terkejut mereka semua, Albima menggenggam jemari tangan Airin dengan mesra, lalu menarik bangku kosong yang terletak di samping Rita dan Rian. “Silahkan duduk, Istriku!” ucap Albima terlihat mesra, dengan senyuman mengembang. “Terima kasih, Kak,” ucap Airin dengan tersenyum canggung, mengedarkan pandangan ke seluruh orang-orang yang kini menatap ke arahnya dengan berbagai ekspresi. Wajah Sarah yang sudah murka dengan ucapan anak tirinya itu, sebisa mungkin ia sembunyikan. Baru saja dirinya ingin mempermalukan Rita dengan suaminya di hadapan keluarga besar Hartawan, malah datang seorang pengganggu yang menjadi penghalang niat liciknya. “Dari mana dia tahu, kalau aku ini pernah menjadi seorang PELAKOR? Apa dia pernah mengenalku sebelumnya?” tanya Sarah dalam ha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD