Airin terperanjat, mendengar pertanyaan Dosen Bima yang berada tepat di belakangnya. Ia pun mendadak gugup harus menjawab apa. “Eh… itu.. anu…” Airin salah tingkah, seraya mengusap tengkuknya yang tiba-tiba merinding disko. Ia pun tidak berani menatap mata Bima, dan memilih menundukkan wajahnya untuk menutupi rasa groginya. Airin heran. Baru saja ia menggerutu karena kesal. Tahu-tahu, orang yang digrutui muncul di belakang. Mana nggak pake salam atau permisi, seperti jailangkung. Datang tidak dijemput, pulang tidak diantar. Mana lagi langsung menangkap basah kata-kata Airin, harus bagaimana coba? Yang ada Airin jadi salah tingkah dan panik kan jadinya. Bima tersenyum miring, dengan tingkah calon istrinya yang ternyata bisa nervous juga di depannya. Biasanya jutek dan ketus kalau ngomong

