Bab 17. Rencana Gagal

1323 Words

Setelah memastikan pintu terkunci dan listrik mati, Selena langsung beranjak pergi sebelum ada yang mengetahui. "Rasain!" gumam Selena. Baru saja kaki Kalila berpijak di kamar mandi, Kalila memekik panik karena listrik tiba-tiba mati. Kalila berbalik badan untuk keluar. Akan tetapi, ketika tangannya memutar gagang pintu, pintu tidak bisa dibuka. Kalila terus memutarnya sampai ia bisa keluar dari tempat gelap dan sunyi ini. Rasa takut mulai menyerang karena Kalila memang parnoan, ditambah sendirian di tempat begini. “Ah, sial! Kenapa pintunya nggak bisa dibuka, sih? Listrik juga tiba-tiba mati, kenapa bisa begini?” gerutu Kalila dengan tubuh gemetar. Karena pintu tidak bisa dibuka, Kalila menggedor-gedor pintu sambil terus berteriak meminta tolong. Dia tahu jika orang-orang sedang ada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD