Chapter 38

2081 Words

“Semua yang Fei Er mau selalu kau izinkan. Kau masih menempatkannya di dalam hatimu. Lalu apa arti diriku untukmu? Kau tidak menyentuhku sama sekali! Dan kau sepertinya tidak ingin menghabiskan waktu lebih banyak denganku!” jerit Kakak Yang Ping Dari luar kamar suara teriakan Kakak Yang Ping begitu terdengar, sungguh membuatku sedih, ‘Mengapa aku harus berada di antara hubungan mereka? Sampai kapan Kakak Yang Ping berhenti untuk menyalahkanku?’ batinku. Aku hanya bisa menundukkan kepala dan terdiam. Kang menyadari situasi yang terjadi, dia menoleh ke arahku dan berkata, “Fei Er, jangan dipikirkan apa yang barusan kau dengar. Aku yakin Kakak Huang memiliki pemikirannya sendiri.” Aku menoleh ke arah Kang, menatapnya dengan tatapan sendu. Lalu, kupeluk dirinya dengan erat. Kubenamkan waja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD