Ternyata sosok asing yang berada di dalam aula utama adalah Kakak Huang. Dia berdiri di sebelah Kakak Xu. Mereka berdua sedang berbincang dengan ayah. Pantas saja aku tidak melihat Kakak Huang di pavilion utama. “Hormat pada ayah dan Kakak Xu,” seruku dan Kakak Yang Ping sambil berlutut. “Berdirilah kalian bedua. Mari ayah perkenalkan kalian pada Putra Mahkota Ming Shi Huang dari Kerajaan Qin.” ucap Yang Mulia Kaisar. Aku dan Kakak Yang Ping berjalan mendekati Kakak Huang dan memberi salam. “Putra Mahkota, mereka berdua adalah putriku,” ucap Yang Mulia Kaisar. “Salam Putra Mahkota Huang. Namaku Xuan Fei Er dan ini kakak perempuanku namanya Xuan Yang Ping,” ucapku sambil mempersilahkan Kakak Yang Ping untuk berdiri di hadapan Kakak Huang. Tujuanku adalah untuk mendekatkan mereka berdua

