Siang itu, di dalam kamar tidur kami terdengar dengan jelas suara gesekan dari penyatuan kami dan suara desahan yang menggema berkelanjutan. Sambil memejamkan mata, kuremas pelapis tempat tidur, menikmati setiap gesekan demi gesekan dibawah sana. Permainan Kang semakin lama semakin liar dan cepat, hingga menyentuh titik-titik sensitif di dalam kewanitaanku, sehingga menghasilkan suatu kenikmatan yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata. “Ahh ... ahh ... mmhhh ... “ “Kang, ahh ... aku ahh ... akan mencapai klimaks.” “Fei Er, klimakslah bersama-sama denganku.” “Ahhhhhhhhhhhhhh ...” Kami mencapai k*****s bersama-sama, rasa puas dan lelah yang teramat sangat berbaur menjadi satu. Dengan napas yang masih tersengal-sengal, Kang membaringkan dirinya di sisiku. Dengan posisi terlentan

