Akhirnya panglima masuk kedalam kamar lalu berjalan kearah Dewi Chang Er dan duduk disisinya sambil memegang tangan sang dewi. “Chang Er, maafkan aku membuatmu lama menunggu” “Tidak apa apa Kang” “Kubuka penutup kepalamu sekarang, apa kau siap?” “Ya” Lalu panglima mengambil sebuah alat yang bentuknya seperti tongkat kecil agak panjang, ukurannya tidak terlalu besar yang telah disediakan disamping tempat tidur. Dibukanyalah penutup kepala Dewi Chang Er, seketika panglima terkesima akan kecantikan sang dewi. “Chang Er, kau sangat cantik. Aku adalah pria yang paling beruntung di dunia ini memiliki istri yang cantik serta baik hati seperti dirimu. Aku ingin menghabiskan seluruh hidupku bersamamu dan anak anak kita kelak” “Kang, kan pun sangat tampan. Aku adalah wanita yang beruntung d

