PANIK! Mungkin, itu adalah satu kata yang menggambarkan perasaan Zevanya saat ini. Bagaimana tidak? baju crop yang dia pakai di sobek paksa oleh Yohanes karena Zevanya tidak mau menuruti perintah untuk membuka pakaiannya. Bagian atasnya hampir saja terlihat karena Yohanes masih terus bergerak untuk menyobek sampai atas agar terbuka sempurna. “ Sedikit lagi! “ Yohanes bicara dengan tergesa – gesa. “ Bajingaan! “ tangan Zevanya terangkat untuk meninju wajah Yohanes agar lelaki itu berhenti merobek pakaiannya sampai atas. BUG… Yohanes terkejut mendapati pukulan di wajahnya, ia pun menyingkir dari sisi gadis itu sambil memegangi hidungnya yang memerah. “ Perempuan sialan! “ Yohanes meringis kesakitan. Meskipun pukulan Zevanya tidak membuat hidungnya berdarah, tapi gadis itu mel

