- SANG MATA - MATA -

2318 Words

Rambut Zevanya dicengkram kuat dan di tarik oleh Devanka menuju halaman belakang, entah apa yang ingin lelaki itu lakukan tetapi yang pasti dia akan menyakiti Zevanya. Suara tangis dan kesakitan terdengar begitu jelas tetapi bagi Devanka suara yang keluar dari mulut Zevanya tidak berarti apa – apa.   “ Devanka aku tidak bermaksud melaporkan kamu ke polisi! Ini semua salah faham! Tolong jangan sakiti aku! “ seru Zevanya berusaha mengelak agar tidak mendapat hukuman.   “ Kamu masih saja berbohong! Apa kamu fikir aku bodoh seperti polisi itu? “ Devanka semakin menarik kencang rambut Zevanya.   “ Devanka, tolong jangan siksa aku! “ ketika melewati pilar yang terdapat di halaman, dengan cepat tangan Zevanya melingkar pada pilar tersebut karena Zevanya takut sekali melanjutkan langkahnya m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD