Jantung Dea seperti berhenti berdetak saat itu juga usai mendengar permintaan dari Arthur. Kedua matanya membulat sempurna. "Are you kidding me?" tanya Dea memastikan. "Tidak, Dea. Aku benar-benar ingin menjadikan kamu istriku, tapi tidak dalam waktu dekat ini," ucap Arthur yang tambah membuat Dea dilanda kebingungan. Pandangan wanita itu sejenak teralih pada cincin yang berada di dalam kotak yang disodorkan oleh Arthur. "Lalu, cincin itu untuk apa? Jangan bermain-main dengan hatiku, Thur. Kamu tahu kan masa laluku seperti apa?" "Aku tidak sedang bermain-main. Cincin ini aku berikan untuk mengikatmu, anggap saja ini pertunangan tidak resmi kita. Aku harus mengurus sesuatu dulu sebelum mengurus pernikahan kita, setelah itu aku akan langsung melamarmu," jelas Arthur. Pria itu meruntuki

