"Mau kuantarkan pulang?" tanya Arthur saat mereka bertiga telah berada di depan restauran tadi. Dea pun tampak berpikir sejenak, ia mengalihkan pandangannya pada Bagas yang masih setia berdiri di sebelahnya. "Kamu pulang sendiri, tidak apa?" tanya Dea, ia merasa takut jika pria itu tersinggung dengan sikapnya. Setelah memikirkan kembali dan melihat sikap Bagas yang cukup sopan padanya sejauh ini, Dea berpikir tidak ada salahnya berbaikan dengan pria itu. Namun, berbaikan bukan berarti harus kembali merajut hubungan kan. "It's okey. Kalian pulang bersama saja," ucap Bagas santai. Saat Dea hendak menyampaikan jawabannya pada Arthur, terdengar suara deringan ponsel dari pria itu. Arthur pun berpamitan untuk mengangkat panggilannya sebentar. "Aku angkat telepon dulu, ya," pamit Arthu

