Chapter 43

1034 Words

Randi memasuki apartemennya dengan keheningan yang menyapa. Biasanya, jam segini, Lisa terlihat duduk santai didepan LCD menonton drama kesukaannya. Tapi kali ini, tidak. Mungkin istrinya itu sudah tidur, itu yang Randi pikirkan saat ini. Randi mengerutkan dahinya begitu memasuki kamarnya. "Kenapa dia tidak ada?" "Lisa..?" "Sa, apakah kamu didalam?" Sekarang Randi mengetuk pintu kamar mandi. Tanpa menunggu, ia membuka pintunya. Lagi-lagi tidak ada. "Kemana dia?" Randi menghubungi ponsel Lisa, tetapi Lisa tidak merespon. Seketika ia terkejut. Koper berwarna merah di sudut ruangan tidak ada. Pikiran Randi langsung was-was. "Serius? Nggak mungkin dia kabur." Untuk memastikannya, Randi menuju walk in closet. Dan benar saja, pakaian yang sering dipakai Lisa tidak ada. Hanya menyisak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD