Chapter 49

1413 Words

Ponsel berdering di atas meja, Danish yang baru saja hendak tertidur mau tidak mau harus terbangun. Danish menoleh ke samping, Nafisah tertidur pulas. Ia tersenyum tipis dan menyempatkan diri untuk mencium keningnya. "Mama? Kenapa hubungin aku malam-malam begini?" Danish pun segera menerima panggilan tersebut. "Assalamu'alaikum, iya Ma?" "Wa'alaikumussalam. Danish, maaf Mama menghubungi kamu malam-malam begini." "Apakah semuanya baik-baik saja, Ma?" "Ya, semua baik. Ini hanya masalah kecil, tapi Mama yakin ini sangat penting. Terutama untuk Nafisah.." "Nafisah? Maksudnya?" Danish menoleh ke samping. Dengan pelan ia menggeser posisinya untuk turun dari tempat tidur dan berjalan menuju balkon apartemen. Sesampainya disana, seketika raut wajah Danish berubah menjadi serius. Tak hany

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD