Terima kasih banyak, nak Ela. Maaf sudah merepotkanmu." ucap Aminah. Ela tersenyum ramah. Saat ini mereka sedang berada didepan pintu apartemen Danish. Sementara Diyah berdiri sambil memegang tangan neneknya. Diyah terlihat mengusap matanya karena mengantuk. "Sama-sama, Tante. Alhamdulillah saya nggak merasa di repotkan kok. Apalagi kalau Mas Danish yang minta tolong. Saya sudah menganggap Mas Danish dan Tante seperti keluarga sendiri." "Nenek, aku ngantuk." "Ayo kita ke kamar." Maka Diyah pun menuju kamarnya terlebih dahulu. Setelah kepergian gadis kecil itu, Ela berbasa-basi sesuai rasa penasarannya sejak tadi. "Em, Tante.. " "Ya?" "Bagaimana kabar Mbak Nafisah? Apakah Diyah sudah tahu?" "Belum ada kabar." Raut wajah Aminah berubah sedih. "Dan Diyah juga belum tahu. Saya ter

