Suara derap langkah kaki terdengar tiada henti. Suara sepatu besi yang bergesekan dengan tanah memekakan telingan siapa pun yang mendengarnya. Ribuan pria bertubuh kekar mengenakan armor yang terbuat dari besi, kepala yang terbungkus topeng baja serta kedua tangan yang memegangi tombak dan perisai, berjalan dengan gerakan serempak dari arah istana kerajaan Sylvain. Alegra menatap takjub pemandangan pasukan perang siluman ular yang baru pertama kali dia lihat semenjak dirinya menginjakan kaki di kerajaan ini. Penampilan mereka tak ada bedanya jika dibandingkan dengan pasukan kerajaan Vincentius saat pergi berperang. Hanya saja tentu saja pasukan ini berbeda karena mereka bukan sekumpulan manusia, melainkan jelmaan siluman ular. Alegra berpikir, jika dirinya bisa memimpin pasukan ini dan m

