Pagi-pagi sekali Alegra berjalan menelusuri lorong, dia ingin menemui putranya yang baru dia dengar akan melakukan perjalanan bersama teman-temannya untuk mempelajari sesuatu di alam terbuka. Bagi Alegra, ini kali pertama dirinya melepas sang putra pergi cukup jauh dari wilayah kerajaan Sylvain. Meski dia khawatir tapi rasanya tidak bijaksana jika melarang sang putra pergi mengingat ini merupakan bagian dari pembelajaran. Lagi pula Alegra sudah menyetujui sistem pelajaran di akademi yang dia dirikan, menyerahkan sepenuhnya sistem pembelajaran pada pihak pengajar. Bagaimana mungkin sekarang dia menarik kata-katanya hanya karena dia mengkhawatirkan sang putra? Algera tak ingin dianggap sebagai seorang ratu yang plin-plan, terlebih putranya, Alegra tak ingin orang lain mengejek putranya karen

