Tiga hari sudah kejadian menyakitkan itu berlalu, setelah menenangkan diri serta merenungkan semua peristiwa yang dia alami di sepanjang hidupnya, Alegra merasa jauh lebih baik sekarang. Dia keluar dari kamarnya dengan wajah berseri, dia merindukan pria yang dia cintai dan inilah yang akan dia lakukan, menemuinya. Alegra berjalan seorang diri, menolak saat beberapa pengawal hendak menemaninya. Sempat menghentikan langkah saat tatapannya tertuju pada sebuah bangunan yang memang menjadi tempat yang dia tuju. Bangunan itu kecil, hanya sebuah ruangan sempit dimana tak ada benda apa pun di dalamnya. Hanya ada dia, seseorang yang terbujur kaku namun begitu Alegra rindukan. Alegra membuka pintu yang terbuat dari batu tersebut, mematung di tempat tatkala menemukan seseorang sedang berada di dal

