Perlahan namun pasti kulit Alegra mulai membiru, terutama di bagian leher yang terdapat bekas gigitan Acelin. Suasana ramai seketika, semua orang tampak syok menyaksikan apa yang dilakukan Acelin. Alegra masih kejang-kejang hebat dengan busa putih yang tak hentinya keluar dari mulutnya. Raja Tazio mendesis tertahan, dia bergerak cepat hingga dalam sekejap berdiri di belakang Acelin yang tengah tersenyum puas melihat Alegra yang berada di antara hidup dan mati. Dia menoleh tatkala merasakan seseorang berdiri di belakangnya. Dan tersentak menemukan Raja Tazio dengan wajah memerah, berdiri di sana. “Yang Mulia,” panggilnya lirih. Tangannya yang gemetaran hendak menyentuh lengan sang raja. “Dasar bodoh. Kau menghancurkan dirimu sendiri.” Raja Tazio mendorong Ratu Acelin kencang setelahnya

