AFTER SCHOOL BAB 65 Aku dikelilingi kabut tebal, meraba – raba dalam putaran halimun yang seakan ingin menghempaskan tubuhku ke dalam jurang yang dalam. Tanganku mencari sosok itu, berusaha meraih tangannya dalam pekatnya kabut. Aku berlari, menembus udara dingin yang terasa begitu dingin dan getir, jantungku berdetak kencang, kakiku melayang di udara, menatap ubin putih yang seakan menolak langkahku. Aku menjerit, aku berteriak, tapi tak ada satupun yang mendengar. Aku menatap cahaya merah berpijar di hadapanku, yang seakan ingin menelan tubuhku. Dia ada di sana, aku melihatnya. Dia menatapku dengan tawa yang mengerikan. Tidak, aku tidak ingin berhenti. Aku harus berlari menghampiri laki – laki itu. Aku harus mendapatkannya kembali! Wanita setengah baya itu menangis, suaranya

