AFTER SCHOOL BAB 79 Reana menggerutu, ia menyentuh lengannya yang merah dan masih meninggalkan rasa sakit. Perlahan, mengoleskan lotion di lengannya sendiri. Laki – laki itu mendekati meja kerja Reana, meletakkan secangkir kopi di mejanya. Reana mendongak, menatap laki – laki yang tak lain teman satu ruangan itu. “Kau terluka?” Tanya laki – laki bernama Ken. Laki – laki yang memang dikenal dengan keramahannya itu. “Tidak, hanya sedikit merah saja. Terimakasih untuk kopinya,” Ucap Reana, tersenyum kepada Ken. Laki – laki itu duduk di hadapan Reana, menatap wanita itu dengan lekat. “Ada apa?” Tanya Reana, yang merasa Ken sedang mengamatinya. “Tidak, hanya saja aku terus berpikir, kenapa para wanita di ruangan ini tidak menyukaimu,” Kata Ken, menyunggingkan senyuman. “Kenapa? Kau

