AFTER SCHOOL BAB 124 Mereka tiba pada sebuah tempat, dengan pagar bertelaris besi yang mulai berkarat. Andre yakin, ini adalah rumah kediaman keluarga Hera. Sudah hampir dua puluh tahun, ia tidak mengunjungi rumah ini lagi. Andre mengamati rumah itu, semua masih tampak sama. Hanya saja cat yang melapisi tembok rumah itu tampak mengelupas, serta bagian bawah dinding yang mulai berlumut. Lelaki itu mendesah, entah mengapa rumah ini terlihat begitu menyedihkan. Lelaki itu mendorong pagar besi yang terasa berat, suara deritnya seperti hati yang sedang kesakitan. “Kok, sepi, Kak?” Kata Cindy, menatap rumah yang tampak lenggang itu. “Mungkin mereka di dalam, kita masuk?” “Iya, coba ketuk saja pintunya.” Andre mengetuk pintu rumah yang terbuat dari kayu dengan ukiran kuno itu. Tak be

