AFTER SCHOOL BAB 68 Andre memasuki rumahnya, perawat itu tersenyum, ketika melihat Andre berjalan ke arah mereka. Lelaki tua itu memperhatikan putranya, hanya dengan melihat wajahnya saja ia dapat mengetahui sesuatu yang tidak baik sedang menimpa putra semata wayangnya itu. Andre berjongkok di depan kursi roda ayahnya, tersenyum lembut, dan meraih tangan laki – laki itu, “Maaf, kalau Andre pulang terlambat beberapa hari ini. Ayah baik – baik saja, bukan?” Lelaki itu mengangguk, mengusap kepala Andre dengan sabar. Hanya dari sana, ia mampu merasakan beban itu, beban berat yang harus dipikul putranya. Seharusnya ia bahagia, seharusnya ia menemukan seseorang yang baik dan bisa mencintainya dengan tulus. Dengan begitu, ia rela jika harus pergi meninggalkan putranya ini. Lelaki itu mena

