Deo mengetuk pintu rumah gadis itu, perlahan seseorang membuka pintunya dan menatap Deo dengan alis menyatu. Deo menganggukkan kepala, tersenyum kecil untuk menyapa wanita yang tak lain adalah ibunya Cindy. “Selama sore, Bu?” Sapa Deo mengulurkan tangannya. “Sore, ada apa, Nak Deo? Tanya Bu Wicaksana, masih menatap Deo dengan tatapan berbeda. “Saya dengar Cindy sakit, jika boleh saya ingin menjengguknya.” Ucap Deo yang menyadari perubahan sikap wanita itu. Bu Wicaksana menghela napas, mau tak mau ia mempersilakan tamu putrinya itu masuk. “Duduk sulu, ibu panggil Cindy sebentar.” ............................ Cindy sedang menyisir rambutnya ketika ibunya masuk, dilihatnya gadis itu sudah berganti pakaian. “Kamu sudah tahu?” Tanya Bu Wicaksana yang berdiri di samping pintu. Cindy men

