"Kakak tahu, kamu menangis. Apa Deo lagi? Apa yang dilakukannya sampai membuatmu menangis?" Kata Andre tiba-tiba. Cindy hanya diam, menatap Andre dengan mata tak berkedip. "Kenapa tidak putus saja?" Kata Andre lagi, kali ini dengan nada penuh tekanan. "A..apa?" Ucap Cindy terkejut. "Ya, kenapa tidak putus saja! Apa kau tidak lelah diperlakukan seperti ini terus? sehari bahagia, sehari menangis. Apa kau tidak bosan!" Andre menatap Cindy dengan mata membulat. Baru kali ini, Cindy melihat wajah penuh kemarahan lelaki itu. "Maaf, Maaf kalau Cindy mengganggu Kakak. Cindy akan lebih bisa menjaga sikap." Ucap Cindy, mengusap matanya yang kembali berkaca-kaca. "Bukan begitu. Kenapa minta maaf untuk kesalahan yang tidak kau lakukan. Kakak hanya kesal, kenapa kau begitu lemah, Cindy! Tidak

