episode 21

905 Words

"Inilah yang Ibu cemaskan sejak awal." Bu Wicaksana meletakkan nasi hangat di atas meja makan. Wanita itu kemudian menuang teh ke dalam gelas dan menambahkan sedikit gula. "Jadi bagaimana apa kamu tetap akan berhubungan dengan keluarga itu? Ibu tidak menyangka jika wanita yang berasal dari keluarga kaya sangat arogan. Ibu sampai tidak bisa bernapas membayangkan itu. Apa jadinya jika Putri Ibu yang cantik ini, diperlakukan dengan begitu buruk?" Bu Wicaksana menghela napas, menatap Cindy yang diam dan menyesap tehnya. "Cin...Ibumu ini cemas." Cindy tersenyum menatap ibunya, "Bu, bahkan Deo sendiri tidak peduli dengan ibunya." "Apa? kenapa begitu?" Bu Wicaksana mengernyit. Ia lantas duduk, mengambil piring dan meletakkannya di depan gadis itu. "Ya, hubungan mereka tidak dekat. Itu karen

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD