Deo melempar tasnya ke atas tempat tidur. Hatinya benar-benar terasa kesal dengan perlakuan Andre terhadap Cindy. "Apa dia tidak tahu, kalau Cindy itu masih milikku!" Kata Deo kepada bayangan dirinya di cermin. Rahang Deo mengeras, ditatapnya pantulan dirinya itu lekat-lekat. Wajahnya yang tampan masih melekat di sana, mata nan tajam menunjukkan kecerdasan di dalam dirinya. Lalu? Apakah pantas jika ia dihadapkan pada rasa cemburu akan sosok Andre? lelaki yang secara finansial masih berada di bawahnya? Apalagi soal kekuasaan, apa yang ia miliki? Andre bahkan tidak memiliki sesuatu yang patut dibanggakan selain toko - toko kue itu. Perusahaan kecil yang hanya memiliki beberapa gelintir karyawan. "Ah, sial! Dia benar-benar menggangguku!" Gerutu Deo. ............... "Ada apa? kenapa ka

