Udara di dalam Lab Rahasia Alea terasa sangat kering, dipenuhi oleh dengung konstan dari deretan unit pemrosesan grafis yang bekerja melampaui batas normal. Ruangan bawah tanah ini tersembunyi jauh di bawah sebuah bangunan tua yang tampak tak berpenghuni, sebuah benteng digital yang dibangun Alea dengan penuh ketelitian. Bau khas dari sirkuit yang panas dan logam yang teroksidasi memenuhi indra penciumannya, menciptakan atmosfer yang memicu adrenalin sekaligus kecemasan. Di tengah ruangan, cahaya biru dari tiga monitor berukuran raksasa memantul pada wajah Alea yang tampak pucat, memperlihatkan kantung mata yang menghitam akibat kurang tidur. Setelah ketegangan yang terjadi antara Marco dan anak buahnya di lapangan tembak, Alea menyadari bahwa waktu bukan lagi sekadar angka, melainkan anca

