Suasana di dalam gedung arsip tua itu terasa sangat kontras dengan hiruk-pikuk pengejaran yang baru saja dialami Marco di laboratorium narkoba. Debu-debu halus menari di bawah sorotan lampu proyektor yang dipasang Alea secara darurat, menciptakan partikel-partikel kecil yang berkilauan di udara yang pengap. Bau kertas lapuk dan tinta kering yang sudah berumur puluhan tahun memenuhi ruangan, memberikan sensasi seolah waktu telah berhenti di tempat ini. Namun, ketenangan itu hanyalah kulit luar. Di salah satu dinding bata yang sudah mengelupas, sebuah peta digital raksasa terpampang, memproyeksikan jaringan pertahanan klan Vandeborg yang rumit dan berlapis-lapis. Marco berdiri dengan tangan bersilang di depan d**a, matanya yang tajam menyisir setiap inci proyeksi tersebut. Pakaian taktisnya

