Mansion Vandeborg masih diselimuti ketegangan sisa dari perang dingin di meja makan malam sebelumnya. Alea Syailendra melangkah menyusuri koridor galeri utama dengan keanggunan yang dipaksakan. Meskipun Marco telah menggunakan otoritasnya untuk meredam ancaman langsung dari Silas dan Lyra, Alea tahu bahwa perlindungan itu hanyalah tameng luar yang bisa retak kapan saja. Tatapan para penjaga yang berdiri kaku di setiap sudut koridor terasa lebih menusuk, seolah mereka sedang menghitung setiap embusan napasnya. Alea berhenti di depan sebuah lukisan lanskap klasik yang menggambarkan badai di atas laut, sebuah karya yang telah tergantung di sana selama puluhan tahun. Sebagai seorang kurator seni yang menyamar, ini adalah teritorial alaminya. Namun, tujuannya pagi ini bukan untuk mengagumi sap

