Suasana di dalam Mansion Vandeborg pagi ini terasa jauh lebih dingin daripada embun yang menempel di jendela kaca setinggi langit-langit. Alea Syailendra melangkah menuruni tangga pualam dengan keanggunan yang dipaksakan, tangannya menyentuh pegangan tangga yang terasa sedingin es. Di bawah sana, di ruang makan utama, gema suara perdebatan sudah terdengar bahkan sebelum ia mencapai anak tangga terakhir. Ketegangan yang selama ini mengendap di balik dinding-dinding mewah kini mulai meluap ke permukaan, menciptakan retakan yang tidak bisa lagi ditutupi oleh tata krama bangsawan. Keluarga Vandeborg sedang berada di titik nadir mereka. Alea berhenti sejenak di balik pilar besar, mengamati pemandangan yang tersaji. Silas berdiri di dekat meja panjang dengan wajah merah padam, tangannya menunju

