*** Ketika harapan tidak lagi ada Ketika ucapan tidak lagi bisa di pegang Bukannya ini adalah waktunya untuk melepaskan? *** Khalila benar-benar terkekeh dengan miris, gadis itu bahkan tidak membawa apapun bersama dengan dirinya, ponsel serta tas miliknya bahkan tertinggal di mobil Angga. “Terus gue pulang naik apa? Sial!” seru Khalila. Dia duduk di salah satu meja Angkringan yang bangkunya kosong. “Gue harus berpikir sewaras apalagi sih?!” seru Khalila. Dia menggeleng cepat-cepat. d**a Khalila terasa begitu sesak. Semua sulit untuk di terima oleh akal sehatnya. Manika hanya menangis tanpa suara tanpa menjawab pertanyaan Angga dan pria itu bisa menyimpulkan bahwa Manika tidak baik-baik saja kemudian meninggalkannya sendirian begitu saja. Angga pikir dia akan baik-baik saja? Tentu sa

