Bab 22: Si Hubungan Yang Renggang

1658 Words

*** Semakin bertahan Semakin dekat waktu perpisahan *** “Tumben lo ngajakin jalan, gabut lo?” tanya Witan. Sore-sore sekali Khalila tiba-tiba menghubunginya dan meminta Witan untuk menemaninya jalan-jalan. Witan yang kebetulan sudah selesai dengan proyeknya di daerah terpencil. Witan sekarang memang akan lebih sering di Yogyakarta jadilah dia bisa menemani Khalila malam ini. “Ponsel lo tumben juga bisa di hubungi, Mas, udah kelar pertualangan lo di pulau terpencil?” tanya Khalila sembari menatap Witan. Mereka sekarang ada di salah satu tempat nongkrong mereka semasa kuliah dulu, bukan kafe tapi semacam warung bambu sederhana namun makanan yang di sajikan di sini jangan tanya rasanya. Rasanya benar-benar mantap sekali apalagi harganya yang relatif sangat murah. Khalila dulu sangat beta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD