Happy Reading! "Apa nyonya memanggil saya?" tanya Adam. Sarita segera meletakkan buku yang ia baca."Bagaimana keadaanmu?" "Tidak ada luka serius, nyonya. Hanya saja sepertinya tuan Sagara masih marah." ucap Adam. Tadi pagi dia memang dipukuli tapi sepertinya tenaga tuan Sagara tidak sebesar biasanya. Jika tuan Sagara memukul dalam keadaan sehat, mungkin dia susah tewas. "Biarkan saja. Anak itu suatu saat nanti pasti akan kena batunya." Adam mengangguk."Lalu apa rencana nyonya selanjutnya?" Sarita menghela napas."Untuk saat ini kita tidak perlu bertindak. Biarkan saja Sagara melakukan apa yang dia inginkan. Lagipula dia rela menyakiti diri sendiri agar tak menyentuh manusia itu. Itu artinya, Sagara sudah berkomitmen untuk menjaga manusia itu dan kita tidak bisa bertindak gegabah." A

