26

708 Words

Happy Reading! Delia melangkah sambil memegang perutnya. Mereka sudah melangkah cukup jauh dan karena sudah malam, pewarna yang ibunya jatuhkan ke jalan tidak terlihat sama sekali. "Ayo jalan! Jangan sampai kita tertangkap." ucap Niah namun Delia malah menjatuhkan tubuhnya ke tanah. Ia memegang perutnya yang merasa sangat lapar. Akhirnya Niah juga ikut duduk."Baiklah, kita istirahat sebentar." Delia mengusap perutnya, ia lapar sekali. Niah menatap perut putrinya."Saat itu kau bersumpah kalau tidak pernah melakukan apapun dengan tuan Sagara lalu kenapa hari ini malah mengandung anaknya?" "A-aku tidak ingat apapun, ibu." ucap Delia lemah. Niah menghela napas lalu menarik tubuh putrinya agar bersandar padanya. "Dari awal ibu sudah curiga, kenapa tuan Sagara sering sekali memanggilmu.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD