eighteen

1842 Words

Siluet gadis cantik yang sedang duduk di pelataran padang savana luas membentang, berhasil membuat seluruh mata takjub saat memandangnya. Wanita yang baru saja berkepala dua itu kini sudah sangat sukses di bidangnya yang saat ini terlihat anggun dan berkilauan. Bukan lagi ungkapan cinta yang ia butuhkan. Namun sebuah pembuktian nyatalah yang seharusnya sudah ia dapatkan dari lelaki baik yang tidak akan pernah mengecewakannya, Lagi. "Aku datang lagi" Sesosok pria berahang tegas, yang mempunyai sorot mata tajam bak elang, kini sudah berdiri dihadapannya dengan sebuket bunga lili kesukaan wanitanya ini. "Aku tidak menunggu kedatanganmu" elaknya. tetap saja tidak berubah. sudah Satu bulan berlalu wanita itu memandang pria ini dengan sorot tajam dan dingin yang ia miliki. Menyor

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD